Kantor PBNU (Istimewa)

Dinamika PBNU Sorotan Global: Pakar Ungkap Aliran Dana, Aktivis Pastikan Ketahanan Komunitas

CakrawalaWorld.net – Konflik elite PBNU pada Kamis (27/11/2025) mendapat perhatian setelah Pakar Politik UNIS Tangerang, Adib Miftahul, menilai dinamika organisasi itu menyerupai kompetisi kekuasaan.
Ia menyoroti dugaan aliran dana besar sebagai pemicu tekanan terhadap Ketum PBNU.

Adib mengajukan pertanyaan kunci.
“Nah, jangan-jangan Syuriyah mulai mengetahui ada aliran dana luar biasa besar?” ujarnya.
Ia menilai perluasan pengaruh PBNU dalam birokrasi memperbesar ekspektasi publik global terhadap governance organisasi.

Ia juga menyoroti posisi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
“Yang tidak beruntung adalah Yaqut terseret kasus Kuota Haji,” ujarnya.
Ia menilai hubungan keluarga memperumit dinamika elite.

Menurutnya, isu khittah hanya jembatan menuju persoalan besar.
“Aliran uang dan soal lain itu alat saja,” katanya.
Ia menilai proses hukum berjalan lambat.
“KPK sudah membidik sejak lama, tetapi belum jelas,” ujarnya.

Sementara itu, aktivis NU, Firman Syah Ali atau Gus Firman, menilai dampak gejolak elite tidak signifikan.
“Gempa struktural di elite PBNU tidak berpengaruh signifikan terhadap kekuatan NU,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).

READ  Beras Analog Uwi Tawarkan Alternatif Karbohidrat Modern

Ia menggarisbawahi kekuatan identitas kultural NU.
“Kekuatan itu berasal dari jaringan ulama yang punya ikatan nasab Walisongo,” katanya.
Ia menyebut peran pesantren dan tradisi Aswaja sebagai pilar sosial.

Ia menilai akar rumput NU tetap stabil meskipun elite bergejolak.
“Bahkan di era Belanda, Jepang hingga Orde Baru, akar rumput tetap kuat,” ujarnya.

Ia mengajak publik tetap tenang.
“Jika konflik elite belum selesai, akar rumput tetap baik-baik saja,” katanya.

Sebelumnya, risalah Syuriyah PBNU mencatat temuan indikasi pelanggaran keuangan.
Pelanggaran itu dinilai bertentangan dengan hukum syar‘i, aturan negara, dan AD/ART.
Hal itu dianggap mengancam eksistensi badan hukum PBNU. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *