FIFA Terancam Sanksi RFEF Usai Chant Rasis di Spanyol vs Mesir
Cakrawala World – Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) dibayangi ancaman sanksi setelah insiden chant bernada rasis terdengar dari tribune saat Timnas Spanyol menjamu Timnas Mesir dalam laga uji coba FIFA Matchday. Insiden tersebut terjadi di RCDE Stadium dan menjadi perhatian karena menyangkut penghinaan terhadap pemeluk agama Islam.
Laga yang digelar Selasa (31/3/2026) waktu setempat atau Rabu (1/4/2026) dini hari WIB itu berakhir tanpa gol, 0-0. Namun, hasil pertandingan tidak menjadi pembahasan utama setelah muncul laporan adanya chant yang menyasar identitas agama.
Pertanyaan utama: Seberapa besar potensi sanksi FIFA terhadap RFEF setelah chant rasis terdengar di laga Spanyol vs Mesir?
Insiden Chant di Tribun Picu Sorotan FIFA
Dalam pertandingan tersebut, sekelompok pendukung tuan rumah kedapatan meneriakkan chant yang berbunyi, “Siapa pun yang tidak melompat adalah seorang Muslim.”
Chant tersebut dianggap bermuatan penghinaan karena mayoritas penduduk Mesir merupakan pemeluk Islam. Situasi itu memicu sorotan luas karena aksi suporter dinilai membawa unsur agama dalam provokasi stadion.
Tak hanya itu, layar raksasa di stadion sempat menampilkan pesan peringatan untuk menghentikan tindakan tersebut. Peringatan itu menandakan pihak penyelenggara menyadari adanya pelanggaran etik yang terjadi di tribune.
Laporan Wasit Jadi Faktor Kunci Penentuan Hukuman
Insiden chant rasis tersebut kini berpotensi masuk dalam laporan resmi pertandingan. Dalam data yang beredar, disebutkan laporan Georgi Kabakov akan sangat penting untuk menentukan langkah FIFA selanjutnya.
Dokumen laporan pertandingan biasanya menjadi dasar evaluasi FIFA ketika terdapat dugaan pelanggaran disiplin atau tindakan diskriminatif. Jika chant itu tercatat secara resmi, maka proses penjatuhan sanksi dapat dilakukan berdasarkan regulasi yang berlaku.
Artinya, sanksi tidak hanya bergantung pada viralnya insiden di media sosial, melainkan pada bukti yang dicatat dalam laporan pertandingan.
Regulasi FIFA Memuat Dua Ancaman Sanksi untuk RFEF
Berdasarkan regulasi FIFA, RFEF berpotensi menerima dua bentuk hukuman akibat tindakan diskriminatif suporternya. Ancaman pertama adalah pembatasan jumlah penonton pada pertandingan berikutnya di stadion terkait.
Hukuman tersebut biasanya diterapkan dalam bentuk pengurangan kapasitas atau laga dengan penonton terbatas. Dalam konteks ini, RCDE Stadium bisa terkena pembatasan apabila FIFA menilai insiden tersebut masuk kategori pelanggaran serius.
Selain pembatasan penonton, ancaman kedua adalah denda finansial. FIFA menetapkan denda minimal sebesar 20.000 franc Swiss atau setara 21.600 euro.
Dalam data yang beredar, nilai tersebut disebut setara sekitar Rp 412,2 juta. Nominal denda itu dapat berubah tergantung evaluasi FIFA.
Dalam regulasi FIFA tertulis, “Untuk pelanggaran pertama, hukumannya adalah memainkan pertandingan dengan jumlah penonton terbatas dan denda minimal 20.000 franc Swiss (21.600 euro), kecuali jika hal ini akan menimbulkan konsekuensi ekonomi yang tidak proporsional bagi federasi atau klub anggota.”
FIFA juga menyatakan bahwa denda dapat direduksi secara khusus menjadi minimal 1.000 franc Swiss atau 1.084 euro apabila ada dampak ekonomi yang dianggap tidak proporsional.
Kasus Ini Jadi Sensitif karena Spanyol Punya Pemain Muslim
Insiden chant ini menjadi semakin sensitif karena Timnas Spanyol memiliki pemain Muslim, yakni Lamine Yamal. Pemain Barcelona tersebut mengungkap kekecewaan melalui unggahan Instagram setelah mendengar chant yang menghina Islam.
Yamal menulis, “Saya seorang Muslim, alhamdulillah,” sebelum mengkritik keras penggunaan agama sebagai bahan lelucon di stadion.
Ia juga menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi ruang perayaan, bukan arena untuk merendahkan orang lain karena keyakinan.
Dengan munculnya sorotan publik dan kemungkinan pencatatan resmi dalam laporan pertandingan, isu sanksi FIFA RFEF kini menjadi perhatian utama setelah laga uji coba tersebut.










