cakrawala world - ETLE Handheld

ETLE Handheld Dinilai Efektif Tutup Celah Pelanggaran di Area Tanpa Kamera

Cakrawala World – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memperkenalkan ETLE handheld Polri sebagai perangkat tilang elektronik portabel yang dinilai mampu menutup celah pelanggaran lalu lintas di area yang tidak terjangkau kamera ETLE statis. Perangkat ini memungkinkan petugas melakukan penindakan hanya dengan memotret pelanggar menggunakan alat genggam yang dibawa langsung saat patroli.

Langkah tersebut muncul di tengah kondisi di mana titik-titik kamera ETLE statis sudah banyak diketahui oleh masyarakat. Dalam situasi itu, sebagian pengendara disebut mulai menyesuaikan perilaku berkendara hanya ketika berada di lokasi kamera, sementara pelanggaran masih terjadi di ruas jalan lain yang tidak dipantau.

Korlantas Polri menyatakan perangkat ETLE handheld yang didistribusikan saat ini memiliki spesifikasi lebih canggih dibanding generasi sebelumnya. Selain fungsi dokumentasi pelanggaran, sistem baru juga sudah terintegrasi dengan pencetakan bukti pelanggaran secara instan.

Titik Kamera ETLE Statis Mulai Dihafal, Pengawasan Perlu Bergerak

Dalam beberapa tahun terakhir, kamera ETLE statis dipasang di sejumlah persimpangan dan ruas jalan tertentu. Namun pada praktiknya, keberadaan kamera permanen memiliki keterbatasan karena hanya merekam pada lokasi yang sama.

READ  China Rekrut Pakar AI Robotika Dunia untuk Perkuat Riset Nasional

Kondisi ini disebut menjadi salah satu celah yang dimanfaatkan oleh pelanggar lalu lintas. Ketika masyarakat sudah mengetahui lokasi kamera, pengawasan dinilai tidak lagi memiliki efek kejut di titik-titik tersebut.

Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal menilai perangkat handheld menjadi alat yang dibutuhkan untuk mengimbangi sistem statis. Ia menekankan bahwa ETLE handheld bekerja secara dinamis karena bisa dipindahkan sesuai kebutuhan pengawasan.

Kenapa handheld kita adakan? Karena untuk mengimbangi yang statis. Statis itu di situ saja, dan masyarakat sudah tahu ada kamera di sana. Maka handheld ini mainnya lebih dinamis,” kata Brigjen Pol Faizal.

Menurutnya, sifat portabel membuat alat ini bisa dipakai dalam berbagai kondisi patroli, termasuk pada titik rawan pelanggaran yang belum memiliki kamera permanen.

Menutup Area yang Tidak Terjangkau Kamera Permanen

Korlantas Polri menyebut salah satu tujuan utama ETLE handheld Polri adalah menjangkau pelanggaran yang selama ini tidak terpantau ETLE statis. Kamera permanen memiliki jangkauan terbatas dan bergantung pada titik pemasangan.

READ  SKB 7 Menteri: Ai Boleh Dipakai untuk Simulasi Belajar

Di sisi lain, ETLE handheld dapat dibawa petugas untuk mengawasi jalur alternatif, ruas jalan penghubung, maupun kawasan yang secara teknis belum dipasang sistem kamera tetap.

Artinya, pengawasan lalu lintas tidak hanya bergantung pada infrastruktur statis, tetapi juga bergeser ke pola patroli yang lebih fleksibel. Hal ini sekaligus memperluas cakupan penindakan berbasis elektronik.

Faizal menegaskan efektivitas perangkat ini terletak pada kemampuannya bergerak. Dengan alat yang berpindah-pindah, pelanggar lalu lintas tidak dapat mengandalkan strategi menghindari titik kamera.

Statis itu di situ saja, dan masyarakat sudah tahu ada kamera di sana. Maka handheld ini mainnya lebih dinamis. Bahkan ini jauh lebih efektif karena sifatnya yang portabel,” ujarnya.

Perangkat Terbaru Dilengkapi Cetak Instan untuk Administrasi Cepat

Selain menjangkau area tanpa kamera, ETLE handheld terbaru juga membawa pembaruan pada proses administrasi. Pada perangkat generasi sebelumnya, petugas masih memerlukan waktu lebih lama untuk memproses penindakan.

cakrawala world - ETLE Handheld Barcode
ETLE handheld: foto pelanggaran, bukti struk, barcode/QR, hingga konfirmasi dan pembayaran digital.

Kini, sistem baru disebut sudah terintegrasi dengan fitur cetak instan. Bukti pelanggaran dapat langsung dikeluarkan dalam bentuk print out yang dilengkapi barcode.

READ  TikTok hingga X Mulai Sesuaikan Aturan Usia Usai PP Tunas Berlaku

Ini sudah bisa langsung print out. Jadi, misalnya ada pelanggaran, petugas bisa langsung cetak dan di sana sudah ada barcode-nya,” kata Faizal.

Dengan bukti yang bisa langsung dicetak di lokasi, proses penindakan disebut lebih transparan karena pengendara menerima dokumen pelanggaran secara langsung. Sistem ini juga memperkuat pencatatan digital yang terhubung dengan data penindakan.

Korlantas Polri menyatakan distribusi perangkat baru ini merupakan bagian dari transformasi digital yang terus dilakukan dalam sistem penegakan hukum lalu lintas di Indonesia.