Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan

Tasikmalaya Tahan THR demi Jaga Ritme Keuangan, 1.885 ASN Masih Antisipasi

cakrawalaworld.net – Keputusan THR di lingkungan Pemkot Tasikmalaya belum turun. Bukan karena kas kosong, tapi karena pemerintah sedang kalibrasi ulang strategi fiskal. Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan memilih pendekatan hati-hati: uang ada, tapi harus dikelola dengan ritme yang tepat.
Rapat bersama Sekretaris Daerah dan TAPD masih berlanjut. Skema untuk ASN, PPPK penuh waktu, dan paruh waktu masih dirumuskan. Viman menegaskan, ini soal penyesuaian strategis, bukan krisis likuiditas. Pemerintah ingin pastikan setiap rupiah keluar dengan terukur, tanpa mengganggu stabilitas jangka panjang.

Mengatur Napas Belanja Daerah

Viman punya angka di tangan: kas tersedia. Tapi ia tidak ingin ambil langkah reaktif. Yang diutamakan adalah sustainabilitas, bukan kecepatan. Dalam tata kelola modern, ketersediaan dana tidak otomatis berarti pencairan instan. Ada proses, ada pertimbangan, ada prioritas yang harus disejajarkan.
Yang menarik, Kota Tasikmalaya masih memegang rekor khusus di Jawa Barat: satu-satunya kota tanpa utang daerah. Viman menjaga predikat ini bukan karena dogma, tapi karena prinsip. Opsi pinjaman memang terbuka, tapi hanya untuk investasi produktif, bukan konsumsi. Ini batasan yang ia tetapkan sendiri.

READ  Skema In Situ dan Komunal Jadi Kunci Penyediaan Huntap

Suara dari Barisan Paruh Waktu

Di tengah proses ini, ada 1.885 PPPK paruh waktu yang menanti. Mereka bukan penonton, tapi bagian dari sistem yang ikut bergerak. Asep Setiawan, perwakilan mereka, menyampaikan ekspektasi realistis. Yang diharapkan bukan nominal besar, tapi pengakuan. Sebuah sinyal bahwa kontribusi mereka tercatat.
Perbedaan pendekatan mencolok saat dilihat ke sektor swasta. Disnaker Kota Tasikmalaya menerapkan deadline ketat untuk perusahaan: THR wajib cair H-7 Idulfitri, dengan sanksi tegas bagi pelanggar. Sementara untuk aparatur sendiri, pemerintah memberi ruang fleksibilitas. Kontras ini bukan soal pilih kasih, tapi refleksi dari posisi yang berbeda: swasta punya siklus kas independen, sementara pemerintah harus menjaga keseimbangan buku besar daerah.

Kalkulasi Jangka Panjang

Viman membuka kemungkinan pinjaman di masa depan, dengan syarat ketat: harus berdampak produktif, bukan sekadar menutup kebutuhan operasional. Ini menunjukkan bahwa kehati-hatian saat ini adalah investasi untuk fleksibilitas besok. Yang dibangun bukan hanya kas yang utuh, tapi juga ruang manuver untuk kebijakan mendatang.
Keputusan final THR akan diumumkan setelah pembahasan internal rampung. Sementara itu, strategi yang dijalankan adalah menahan diri demi menjaga momentum: tidak terlalu kencang sampai boncos, tidak terlalu pelan sampai stagnan. Ritme ini yang sedang Viman coba persembahkan sebagai model tata kelola.

READ  Strategi Polisi di Jalur Tasikmalaya–Bandung Antisipasi Lonjakan Kendaraan