Longsor Bantar Gebang

Tragedi Bantargebang: Gunungan Sampah 50 Meter Longsor, 6 Orang Tewas

cakrawalaworld.net — Tragedi memilukan melanda TPST Bantargebang setelah gunungan sampah setinggi 50 meter runtuh dan menelan enam korban jiwa di tengah guyuran hujan ekstrem pada Minggu siang.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 14.30 WIB ketika aktivitas bongkar muat sedang berlangsung masif. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengonfirmasi bahwa material sampah yang sangat besar tiba-tiba ambrol dan menyapu apa pun di bawahnya. “Saat truk sampah sedang mengantre untuk melakukan pembongkaran muatan sampah, tiba-tiba terjadi longsor,” ujar Isnawa pada Minggu (8/3/2026).

Insiden ini menghancurkan satu bangunan warung dan menimbun lima unit truk sampah yang sedang beroperasi. Kecepatan longsoran membuat para pekerja dan warga di lokasi tidak sempat menyelamatkan diri, menciptakan situasi darurat yang mencekam di area seluas 110,3 hektare tersebut.

Operasi Penyelamatan dan Teknologi Thermal

Tim SAR gabungan bergerak cepat mengerahkan 19 unit ekskavator untuk mengevakuasi material sampah yang menimbun para korban. Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menyatakan bahwa tim menggunakan teknologi drone thermal dan anjing pelacak K9 untuk mendeteksi tanda kehidupan di bawah timbunan. “Enam orang yang ditemukan meninggal dunia adalah Enda Widayanti, Sumine, Dedi Sutrisno, Irwan Supriatin, Jussova Situmorang, dan Hardianto,” ungkap Desiana, Senin (9/3/2026).

READ  OTT KPK di Bekasi, Kekuasaan Lokal Kembali Diperiksa

Hingga saat ini, satu korban atas nama Riki masih dalam proses pencarian intensif. Sementara itu, enam orang lainnya berhasil diselamatkan dengan kondisi luka-luka dan langsung dilarikan ke fasilitas medis terdekat. Petugas bekerja ekstra keras menyisir tumpukan sampah yang mencapai kedalaman tiga meter guna memastikan seluruh korban terdampak dapat dievakuasi.

Respons Tegas dan Solusi Modern

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa bencana ini menjadi alarm keras bagi tata kelola sampah nasional. Beliau menginstruksikan investigasi menyeluruh untuk melihat adanya unsur kelalaian dalam manajemen gunungan sampah yang sudah melebihi kapasitas aman. “Kejadian ini seharusnya tidak perlu terjadi jika pengelolaan dilakukan sesuai aturan,” tegas Hanif pada Senin (9/3/2026).

Sebagai langkah responsif, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan normalisasi Sungai Ciketing yang tertutup material longsor sepanjang 40 meter. Ke depan, Jakarta akan mempercepat optimalisasi fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai solusi modern untuk mengurangi beban fisik di Bantargebang. Langkah energi hijau ini diharapkan mampu memitigasi risiko bencana serupa di masa depan sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih dinamis. ***

READ  Gunung Ibu Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 500 Meter