Buruh Menunggu Kepastian BSU 2026: “Jangan Gantung Harapan Pekerja”
cakrawalaworld.net – Jakarta, 2026 — Ketidakjelasan kebijakan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026 mulai memicu kegelisahan di kalangan buruh dan serikat pekerja. Di tengah tekanan biaya hidup, absennya kepastian dari pemerintah dinilai membuat pekerja berada dalam posisi menunggu tanpa pegangan.
Serikat Buruh Soroti Dampak Psikologis
Sejumlah perwakilan serikat pekerja menilai, wacana BSU yang beredar tanpa kejelasan kebijakan resmi justru berpotensi menimbulkan ekspektasi semu. Mereka meminta pemerintah bersikap terbuka, baik dengan memastikan kelanjutan program maupun menyampaikan secara tegas jika BSU tidak masuk agenda 2026.
Mengacu pada pernyataan Menaker Yassierli pada Oktober 2025, “Sampai sekarang itu belum ada arahan atau kebijakan khusus terkait dengan BSU tahap II,” serikat buruh menilai pernyataan tersebut seharusnya menjadi rujukan utama publik.
BSU Dinilai Penting bagi Pekerja Bergaji Rendah
Bagi buruh, BSU bukan sekadar bantuan tunai, melainkan penopang daya beli di tengah kenaikan kebutuhan pokok. Program ini sebelumnya dinilai efektif menjangkau pekerja dengan upah di bawah batas tertentu dan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan.
Namun, serikat pekerja mengingatkan bahwa BSU bukan solusi jangka panjang. Mereka mendorong pemerintah lebih fokus pada stabilitas upah, pengendalian harga, serta perlindungan kerja berkelanjutan.
Isu Pospay Jadi Perhatian
Buruh juga diminta waspada terhadap kabar BSU 2026 cair melalui Pospay. Hingga kini, tidak ada pengumuman resmi terkait mekanisme tersebut. Pemerintah kembali menegaskan, BSU tidak memerlukan pendaftaran mandiri dan tidak dipungut biaya.
Serikat pekerja berharap pemerintah segera memberikan kejelasan agar buruh tidak terjebak harapan yang berlarut-larut, sekaligus terhindar dari potensi penipuan.










