Harga Cabai Melejit 31 Persen di Atas HAP Jelang Lebaran 2026
cakrawalaworld.net – Harga Cabai 2026 melonjak tajam dan melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) secara nasional menjelang Lebaran. Data Panel Harga Badan Pangan Nasional per 20 Februari 2026 mencatat rata-rata cabai rawit merah berada di Rp74.818 hingga Rp78.295 per kilogram. Angka ini sekitar 31,26 persen di atas HAP yang dipatok Rp40.000–Rp57.000 per kilogram. Selisih ini menjadi sorotan utama pada awal Ramadan.
Lonjakan tidak terjadi di satu wilayah. Di DKI Jakarta, harga rata-rata mencapai Rp113.438 per kilogram. Selisihnya bahkan mendekati 99,01 persen dibanding HAP. Di Pasar Jatinegara, harga eceran menyentuh Rp150.000 per kilogram. Kenaikan berlangsung dalam waktu singkat.
Selisih Harga dan Batas Acuan Pemerintah
Secara faktual, HAP ditetapkan sebagai batas atas harga wajar di tingkat konsumen. Namun pada praktiknya, harga pasar bergerak jauh di atas batas tersebut. Di Pasar Induk Kramat Jati, harga sempat berada di Rp100.000–Rp110.000 per kilogram.
Artinya, mekanisme pasar sedang berada dalam tekanan pasokan. Data menunjukkan kenaikan lebih dari 30 persen di atas acuan nasional. Bahkan di sejumlah provinsi, harga telah melampaui Rp100.000 per kilogram.
Pasokan Turun Hingga 50 Persen
Penurunan pasokan menjadi variabel utama. Di PIKJ, volume cabai disebut turun hingga 50 persen. Curah hujan tinggi dan gangguan hama mengurangi hasil panen.
“Cuaca ekstrem dan gangguan hama menyebabkan jumlah panen menurun. Waktu petik juga singkat karena pengaruh hujan,” ujar Guntur, pedagang di PIKJ, Jumat (20/2/2026).
Dalam konteks distribusi, hujan berkepanjangan memperlambat pengiriman dari sentra produksi di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat. Rantai suplai tersendat. Harga merespons cepat.
Upaya Menekan Harga Jelang Lebaran 2026
Mengacu pada kondisi tersebut, Kementerian Pertanian mengguyur 980 kilogram cabai ke PIKJ dengan harga Rp55.000 per kilogram. Pemerintah menargetkan harga konsumen maksimal Rp65.000 per kilogram.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan koordinasi dengan asosiasi cabai akan dilakukan. “Kami akan koordinasikan dengan pengusaha-pengusaha cabai, asosiasi cabai agar harganya diturunkan, mudah-mudahan kembali standar menghadapi Lebaran nanti,” ujarnya.
Meski intervensi sudah berjalan, data per 20 Februari 2026 menunjukkan harga masih berada jauh di atas HAP. Menjelang Lebaran 2026, stabilisasi harga cabai menjadi indikator penting kestabilan pangan nasional.










