Global Charity: Shiddiqiyyah Guyur Santunan Rp3 Miliar ke Yatim Lintas Negara
cakrawalaworld.net — Memasuki gerbang Ramadan 1447 H pada Kamis (19/2/2026), Thoriqoh Shiddiqiyyah melalui DHIBRA melakukan ekspansi gerakan sosial dengan menyalurkan santunan nasional yang diproyeksikan menembus angka Rp3 miliar. Aksi filantropi modern ini tidak hanya bergaung di tanah air, tetapi juga menjangkau komunitas internasional hingga ke Malaysia dan Australia, menyasar belasan ribu anak yatim dan duafa.
Gerakan ini menonjol karena kemandirian totalnya; dana yang terkumpul murni berasal dari donasi sukarela warga Shiddiqiyyah tanpa melakukan aksi pemintaan sumbangan di ruang publik. Fenomena ini menciptakan standar baru dalam pengelolaan dana sosial organisasi kemasyarakatan yang transparan dan mandiri di era modern.
Kriteria Ketat dan Integritas Distribusi Global
DHIBRA menerapkan standar verifikasi yang presisi, di mana penerima manfaat dibatasi pada usia produktif pendidikan maksimal 13 tahun. Perwakilan DHIBRA Pusat, Nurhadi, menekankan bahwa integritas dana dijaga melalui pemutakhiran data yang dilakukan secara ketat setiap tahunnya.
Apresiasi Kepemimpinan Daerah Terhadap Inisiatif Mandiri
“Jika tahun lalu keluarga tersebut sudah dianggap mampu atau bekerja layak, tahun ini penerimanya akan diganti. Batas usia anak yatim juga kami jaga ketat di 13 tahun agar sesuai dengan kriteria organisasi,” ujar Nurhadi dalam wawancaranya (19/2).
Bupati Jombang, Warsubi, secara terbuka memuji model gerakan sosial Shiddiqiyyah yang sangat energik dan berdampak luas. Menurutnya, kemampuan organisasi dalam membiayai program sosial berskala besar secara swadaya merupakan prestasi yang patut dijadikan referensi bagi lembaga lainnya.
“Pemerintah daerah mengapresiasi kemandirian Shiddiqiyyah dalam program sosial. Ini sangat membantu tugas pemerintah dalam pengentasan kemiskinan,” tutur Warsubi saat ditemui di Jombang baru-baru ini.
Puncak kegiatan di Pesantren Majma’al Bahrain Jombang juga dimeriahkan dengan pembagian “Gunungan Sayur dan Buah” secara gratis. Tradisi unik ini menambah dimensi keberagaman budaya dalam aksi sosial Shiddiqiyyah, menjadikannya oase bagi masyarakat yang tengah menghadapi tantangan ekonomi di awal tahun 2026.***










