Manuver Board of Peace: Indonesia Siapkan Exit Strategy di Tengah Krisis Iran
CakrawalaWorld.net — Arus diplomasi Indonesia di panggung global kini tengah menghadapi ujian krusial seiring dengan memanasnya tensi di Timur Tengah. Board of Peace (BoP), organisasi internasional yang digadang-gadang sebagai solusi perdamaian Gaza, kini resmi masuk ke fase pembekuan aktivitas. Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi bahwa seluruh agenda dalam wadah bentukan Donald Trump tersebut sedang dalam posisi on hold atau ditangguhkan menyusul agresi militer ke Iran yang memicu guncangan hebat pada stabilitas energi dan keamanan dunia.
“Ya ini sekarang pembicaraan BOP semuanya kan on hold ya. Semua perhatian shifted ke situasi di Iran,” ujar Menlu Sugiono di hadapan awak media pada Rabu (4/3/2026). Langkah penangguhan ini diambil saat publik domestik kian gencar menyuarakan desakan agar Indonesia segera menarik diri dari keanggotaan BoP guna menjaga marwah politik luar negeri yang bebas dan aktif.
Tensi Tinggi dan Desakan Publik Nasional
Di dalam negeri, tekanan terhadap pemerintah datang dari berbagai lini, mulai dari akademisi hingga organisasi keagamaan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara tegas telah mengeluarkan tausiyah resmi yang mendesak pencabutan keanggotaan Indonesia karena BoP dinilai tidak efektif dalam mewujudkan kemerdekaan Palestina yang sejati. Tokoh nasional seperti Anies Baswedan hingga pakar hubungan internasional dari UGM turut memberikan catatan kritis mengenai risiko reputasi yang harus ditanggung Indonesia jika tetap bertahan dalam organisasi yang kian minim legitimasi moral tersebut.
Ketidakpastian ini diperparah dengan fakta bahwa piagam Board of Peace secara mengejutkan tidak mencantumkan kata “Palestina” maupun “Gaza” dalam naskah resminya. Hal ini memicu gelombang protes di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta pada 3 Maret 2026. Masyarakat sipil menilai ada celah transparansi yang lebar dalam kesepakatan yang ditandatangani di Davos tersebut, sehingga menuntut evaluasi total terhadap keterlibatan personel militer Indonesia dalam misi internasional di bawah payung BoP.
Sikap Adaptif Presiden Prabowo
Menanggapi situasi yang kian dinamis, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa posisi Indonesia di Board of Peace tidaklah kaku. Dalam pertemuan dengan para kiai dan pimpinan ormas Islam pada 5 Maret 2026, Presiden menyatakan kesiapannya untuk mundur jika forum tersebut terbukti tidak lagi memberikan kemaslahatan bagi perjuangan Palestina. Sikap ini menunjukkan gaya kepemimpinan yang responsif terhadap aspirasi rakyat sekaligus tetap menjaga celah diplomasi di tingkat global.
Saat ini, Indonesia masih memantau perkembangan situasi di Iran sembari berkoordinasi dengan negara-negara Teluk. Pemerintah menekankan bahwa partisipasi Indonesia semula diniatkan sebagai ikhtiar nyata untuk rekonstruksi Gaza dengan janji dana hingga 7 miliar dolar AS. Namun, dengan situasi perang terbuka yang meluas, Indonesia kini bersiap dengan berbagai skenario, termasuk opsi menarik diri demi mempertahankan prinsip konstitusi dan stabilitas nasional. ***










