Wali Kota Chacao, Gustavo Duque

Gempa Venezuela Bikin Warga Panik, Wali Kota Turun Tangan

Gempa Venezuela membuat warga Caracas panik setelah dua guncangan besar meruntuhkan bangunan dan memutus layanan penting. Di Chacao, wali kota turun langsung saat petugas berupaya mengevakuasi korban dari reruntuhan.

Gempa Venezuela meninggalkan kepanikan besar di Caracas dan wilayah sekitarnya. Banyak warga berhamburan keluar rumah setelah dua guncangan kuat terjadi dalam waktu sangat singkat.

Guncangan pertama bermagnitudo 7,2 terjadi pada Rabu malam waktu setempat. Tidak sampai satu menit kemudian, gempa kedua bermagnitudo 7,5 kembali mengguncang.

Situasi itu membuat banyak warga tidak sempat menenangkan diri. Mereka langsung mencari tempat aman di tengah ancaman bangunan runtuh dan gempa susulan.

Gempa Venezuela Picu Kepanikan Warga Caracas

Astrid Ramirez, warga Caracas bagian barat, menggambarkan suasana panik saat gempa terjadi. Ia mendengar teriakan sebelum orang-orang berlari menuruni tangga.

Begitu gempa dimulai, kami mulai mendengar orang-orang berteriak. Semua orang berlari menuruni tangga,” katanya.

Kesaksian serupa datang dari warga lain yang sempat menerima peringatan di ponsel. Ia merasakan guncangan ringan sebelum semuanya bergerak dalam hitungan detik.

Coro Martinez, warga Caracas bagian timur, menyebut guncangan kali ini sangat kuat. Barang-barang di rumahnya jatuh, termasuk wadah di dalam lemari es.

Maria Romero, pensiunan berusia 80 tahun, membandingkan gempa ini dengan gempa mematikan tahun 1967. Menurut dia, guncangan kali ini terasa lebih dahsyat.

Wali Kota Chacao Pastikan Evakuasi Berlanjut

Di Chacao, bagian dari metropolitan Caracas, sedikitnya dua bangunan runtuh total. Petugas darurat segera dikerahkan untuk mencari warga yang masih terjebak.

Wali Kota Chacao, Gustavo Duque, mengatakan 18 orang berhasil dievakuasi hidup dari salah satu gedung yang runtuh. Ia meminta warga tetap berada di ruang terbuka.

Di Chacao, tidak ada seorang pun yang sendirian,” kata Duque.

Duque menegaskan petugas tidak akan meninggalkan lokasi sebelum penduduk diselamatkan. Pernyataan itu disampaikan saat operasi SAR masih berlangsung di tengah puing bangunan.

Ratusan petugas darurat dikerahkan di berbagai titik terdampak. Mereka bekerja siang dan malam untuk mencari korban selamat.

Hingga Kamis pagi, sedikitnya 32 orang dilaporkan tewas. Di Falcon, 22 orang terluka dan 15 orang masih dilaporkan hilang.

Gempa juga memutus layanan penting. Listrik padam, jaringan komunikasi terganggu, dan Bandara Internasional Simón Bolívar Caracas ditutup sementara.