Donald Trump - Board of Peace

Donald Trump Luncurkan Board of Peace, Hamas Ajukan Syarat

cakrawalaworld.net – Donald Trump resmi meluncurkan Board of Peace sebagai strategi baru Amerika untuk rekonstruksi Gaza, namun langkah itu langsung berbenturan dengan syarat tegas yang diajukan Hamas. Gerakan tersebut menolak membahas masa depan Gaza sebelum Israel menghentikan agresi dan mencabut blokade.

Peluncuran Board of Peace dilakukan di Forum Ekonomi Dunia di Davos pada 22 Januari 2026. Gedung Putih mencatat 19 dari 36 negara undangan menandatangani piagamnya. Amerika juga mengklaim telah mengumpulkan komitmen dana awal sekitar 5 miliar dolar AS.

Namun di waktu bersamaan, Hamas mengeluarkan pernyataan keras. “Setiap proses politik atau kesepakatan apa pun terkait Jalur Gaza harus dimulai dengan penghentian total agresi dan pencabutan blokade,” demikian pernyataan resmi mereka. Syarat itu menegaskan bahwa rekonstruksi tanpa perubahan situasi keamanan dianggap tidak sah.

Strategi Stabilitas Versus Syarat Politik

Board of Peace dirancang untuk mengawasi pemerintahan transisi Gaza melalui Komite Nasional Administrasi Gaza. Rencana tersebut juga mencakup pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional dengan kontribusi sejumlah negara.

READ  Prabowo Bertemu Donald Trump, Indonesia Perkuat Posisi Global

Amerika memosisikan pendekatan ini sebagai solusi praktis pascagencatan senjata yang rapuh. Israel bahkan menegaskan rekonstruksi tidak akan berjalan sebelum Gaza didemiliterisasi.

Sebaliknya, Hamas menjadikan penghentian agresi sebagai pintu masuk utama. Dalam praktiknya, dua pendekatan ini bergerak dari arah berbeda. Amerika menekankan stabilitas keamanan terlebih dahulu. Hamas menuntut perubahan kondisi politik lebih dulu.

Peta Dukungan dan Tantangan Global

Beberapa negara Timur Tengah menyambut Board of Peace sebagai peluang menstabilkan Gaza tanpa perwalian penuh PBB. Di sisi lain, negara seperti Spanyol, Perancis, dan Swedia memilih tidak bergabung.

Perluasan mandat Dewan Perdamaian hingga konflik global juga memicu perdebatan. Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803 Tahun 2025 sebelumnya telah mendukung rencana perdamaian Gaza. Artinya, kehadiran lembaga baru ini memunculkan pertanyaan tentang arah tata kelola perdamaian internasional.

Di tengah dukungan dan penolakan itu, benturan strategi semakin nyata. Donald Trump menggerakkan Board of Peace sebagai mesin diplomasi dan pendanaan. Hamas menahan proses dengan syarat politik yang tidak bisa dinegosiasikan.

READ  Global Shockwave: Selat Hormuz Terkunci, Harga Minyak Mentah Melambung!

Gaza kini berada di titik krusial. Amerika mendorong stabilisasi cepat melalui struktur baru. Hamas menegaskan legitimasi politik harus ditegakkan lebih dulu sebelum babak baru dimulai.