Risiko robot TAU, cakrawala world

Robot TAU Dikritik, Ahli Soroti Risiko di Rumah

Robot TAU mendapat sorotan setelah ahli robotika menilai perangkat masih ceroboh, membutuhkan pengawasan manusia, serta membawa persoalan keselamatan dan privasi di rumah.

Robot TAU Robotics belum sepenuhnya lepas dari kendali manusia meski perusahaan mulai menyewakannya untuk pekerjaan rumah. Para ahli menilai teknologi tersebut masih menghadapi sejumlah risiko.

Ken Goldberg, Profesor Teknik di Universitas California, menyoroti kemampuan robot humanoid yang masih berada pada tahap pengembangan. Menurutnya, perangkat dapat terlihat lincah, tetapi sebenarnya cukup berat.

Kondisi tersebut menimbulkan risiko ketika robot terjatuh. Saat mencoba bangkit, gerakannya juga dapat mengenai benda atau orang yang berada di sekitarnya.

Robot TAU Masih Butuh Pengawasan Teknisi

Karena itu, TAU masih menempatkan teknisi manusia untuk mengawasi robot dari jarak jauh. Teknisi menggunakan kacamata VR yang terhubung dengan kamera pada robot.

Dalam kondisi tertentu, teknisi dapat mengambil alih kendali. Mereka juga dapat mengaktifkan mode aman jika perangkat mengalami masalah.

Mode tersebut akan membuat robot berbaring di lantai sehingga pergerakannya berhenti. Menurut Alexander Koch, sistem pengawasan itu bertujuan mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

Di sisi lain, Goldberg mengingatkan robot tersebut belum sepenuhnya ramah anak. Ia menilai pencapit pada tangan robot dapat mencubit orang jika terjadi kesalahan gerakan.

Robot TAU humanoid, cakrawala world
Robot TAU humanoid, cakrawala world

Privasi Data Jadi Sorotan dari Kamera Robot TAU

Tak hanya keselamatan, sistem kamera TAU juga memunculkan persoalan privasi. Robot memiliki dua kamera yang merekam video untuk melatih sistem AI dan meningkatkan kemampuan perangkat.

Goldberg memperingatkan kamera dapat menangkap benda pribadi yang berada di rumah. Contohnya kuitansi dan tagihan yang berpotensi memuat informasi sensitif.

Namun, Koch mengatakan TAU memiliki kendali penuh atas data yang dikumpulkan robot. Perusahaan juga mengelola sistem kamera, jaringan, dan komputer sendiri.

Sistem kamera, jaringan, dan komputer semuanya milik kami sendiri,” kata Koch.

Ahli Nilai Robot Rumah Tangga Belum Siap Sepenuhnya

Secara faktual, tantangan robot rumah tangga tidak hanya menyangkut kemampuan menjalankan perintah. Robot juga harus bergerak aman di lingkungan yang berubah-ubah.

Para ahli memperkirakan teknologi tersebut masih membutuhkan lima hingga sepuluh tahun sebelum benar-benar dapat diandalkan untuk pekerjaan rumah secara efektif.

Sementara itu, Koch mengakui TAU masih mencari batas kemampuan teknologinya. Perusahaan terus mengembangkan sistem sambil mempertahankan pengawasan manusia.

Kami masih terus mendorong batas kemampuan teknologi ini, jadi kami sendiri belum sepenuhnya yakin di mana batasnya,” ujar Koch.