Update Puting Beliung Medan, Data Rumah Rusak Bertambah
Update puting beliung Medan menunjukkan jumlah rumah terdampak meningkat sekitar sepuluh kali lipat dari laporan awal, sementara BPBD masih melakukan pendataan.
Update puting beliung Medan hingga Rabu, 19 Agustus, menunjukkan dampak bencana terus bertambah. BPBD Kota Medan masih mengumpulkan data kerusakan dari delapan kecamatan.
Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari mengatakan laporan pukul 01.30 WIB mencatat belasan rumah terdampak. Namun, jumlah tersebut kemudian meningkat sekitar sepuluh kali lipat.
Karena pendataan masih berlangsung, BPBD belum menetapkan angka akhir rumah yang mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem tersebut.
Update Puting Beliung Medan Masih Menunggu Data Lapangan
Petugas BPBD bersama pemerintah kecamatan kini melakukan asesmen di berbagai lokasi. Pemeriksaan tersebut mencakup kondisi rumah serta kebutuhan mendesak warga terdampak.
Delapan wilayah yang masuk pendataan mencakup Medan Johor, Medan Sunggal, Medan Denai, Medan Amplas, Medan Barat, Medan Perjuangan, Medan Timur, dan Medan Helvetia.
Di sisi lain, BPBD telah menyiapkan fasilitas penanganan darurat. Satu unit tenda pengungsi dan satu unit tenda posko telah berdiri di lokasi terdampak.
Yunita menyebut hujan berintensitas tinggi dan angin kencang menjadi penyebab utama kerusakan. Pohon tumbang juga muncul di sejumlah titik setelah cuaca ekstrem menerjang.
BPBD Medan Ingatkan Potensi Hujan Lebat
Sementara itu, belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut. Petugas masih fokus memperbarui data sekaligus menangani kebutuhan warga.
Yang patut dicatat, BPBD memperingatkan potensi cuaca ekstrem belum sepenuhnya berakhir. Hujan lebat yang disertai angin kencang masih berpeluang terjadi beberapa hari ke depan.
“Kami imbau masyarakat tetap waspada karena dalam beberapa hari ke depan masih berpeluang terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang,” kata Yunita.
Dalam konteks tersebut, proses asesmen menjadi perhatian utama BPBD. Data terbaru akan menentukan gambaran dampak cuaca ekstrem serta kebutuhan penanganan di setiap wilayah.
Selain itu, peningkatan jumlah rumah terdampak menunjukkan laporan awal belum menggambarkan keseluruhan kerusakan. Petugas masih bergerak dari lokasi ke lokasi untuk memperbarui informasi.










