Sakha Coffee Naik 60%, Andalkan #BeliLokal
Sakha Coffee mencatat penjualan naik 60 persen setelah mengikuti kampanye #BeliLokal di Tokopedia dan TikTok Shop, dengan 40 persen penjualan kini berasal dari kedua platform tersebut.
Pertumbuhan itu memperkuat posisi penjualan online bagi UMKM kopi asal Bekasi tersebut. Sakha Coffee Roastery sudah memakai kedua platform sejak berdiri pada 2018.
Pendiri Sakha Coffee, Teuku Andi Nova Reza, mengatakan kampanye #BeliLokal membantu produk mereka menjangkau pelanggan di berbagai daerah.
Sakha Coffee Manfaatkan Konten untuk Jual Kopi
Dalam praktiknya, Sakha Coffee tidak hanya mengandalkan katalog produk. Mereka menggunakan video pendek, LIVE Shopping, dan kolaborasi kreator.
Melalui konten tersebut, Sakha Coffee mengenalkan asal kopi, metode penyeduhan, hingga karakter rasa setiap produk. Cara ini membuat interaksi dengan pelanggan menjadi lebih luas.
Tak hanya konsumen rumahan, sesi LIVE Shopping juga menarik pemilik coffee shop. Mereka membeli kopi untuk memenuhi kebutuhan bisnisnya.
40 Persen Penjualan Berasal dari Marketplace
Yang patut dicatat, sekitar 40 persen total penjualan Sakha Coffee kini berasal dari Tokopedia dan TikTok Shop. Angka itu menjadikan keduanya sebagai kanal utama perusahaan.
Sementara itu, perkembangan bisnis juga terlihat dari jumlah tenaga kerja. Sakha Coffee yang awalnya memiliki lima orang kini membuka peluang kerja bagi lebih dari 100 orang.
Tim tersebut mencakup bagian kantor, produksi, pengemasan, serta host LIVE Shopping. Perusahaan juga bermitra dengan petani dari berbagai sentra kopi Nusantara.
Di lapangan, jaringan pemasok Sakha Coffee mencakup Mandailing, Karo, Lampung, Jawa Barat, dan Temanggung. Mereka juga bekerja sama dengan petani dari Ijen, Flores, Bali, Toraja, dan Papua.
#BeliLokal Tumbuhkan Penjual Produk Indonesia
Secara faktual, Sakha Coffee menjadi salah satu contoh perkembangan bisnis lokal melalui ekosistem Tokopedia dan TikTok Shop.
Hingga kuartal I 2026, program #BeliLokal telah mendukung lebih dari 20.000 penjual lokal pilihan. Jumlah tersebut naik 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, jumlah listing produk Buatan Indonesia tumbuh 44 persen. Totalnya kini mendekati 2 juta produk.
Menurut Senior Director Tokopedia and TikTok Shop Indonesia Vonny Ernita Susamto, pertumbuhan produk lokal juga berdampak pada lapangan kerja.
Ia menilai akses pasar yang lebih luas turut memperkuat peluang petani dan rantai pasok lokal. Karena itu, #BeliLokal menjadi bagian dari ekosistem pengembangan UMKM.











