Tips Pakai Gelas Tembaga

Tips Aman Pakai Gelas Tembaga, Ahli Ingatkan Hindari Minuman Asam dan Panas

Penggunaan gelas tembaga masih dinilai aman jika dilakukan dengan benar. Para ahli membagikan sejumlah langkah yang perlu diperhatikan agar paparan tembaga tidak berlebihan.

Tips aman memakai gelas tembaga menjadi perhatian setelah tren penggunaan wadah minum berbahan tembaga semakin populer. Meski manfaat kesehatannya belum terbukti secara ilmiah, para ahli menilai gelas ini tetap dapat digunakan selama tidak berlebihan.

Jamie Alan, ahli farmakologi dan toksikologi dari Michigan State University, mengingatkan bahwa risiko utama muncul ketika minuman dibiarkan terlalu lama berada di dalam gelas tembaga, terutama jika minuman tersebut bersifat asam atau disajikan panas.

Cara Menggunakan Gelas Tembaga dengan Aman

Menurut Alan, minuman sebaiknya segera dihabiskan dan tidak dibiarkan berjam-jam di dalam gelas. Langkah sederhana tersebut membantu mengurangi jumlah tembaga yang larut ke dalam cairan.

Selain itu, minuman seperti jus jeruk, kombucha, maupun minuman panas tidak dianjurkan disimpan dalam gelas tembaga tanpa lapisan pelindung. Kondisi tersebut dapat meningkatkan pelepasan tembaga sekaligus mengubah cita rasa minuman.

Yang patut dicermati, gelas untuk koktail seperti Moscow Mule umumnya sudah memiliki lapisan baja tahan karat, timah, atau nikel sehingga kontak langsung dengan tembaga menjadi lebih terbatas.

Perhatikan Kualitas Gelas Sebelum Digunakan

Para ahli juga menyarankan masyarakat memilih produk berlabel food grade. Label tersebut menunjukkan wadah telah dirancang agar aman bersentuhan langsung dengan makanan maupun minuman.

Selanjutnya, gelas tembaga sebaiknya dicuci menggunakan tangan. Mesin pencuci piring berisiko merusak lapisan pelindung sehingga paparan tembaga dapat meningkat.

Kelompok yang Perlu Lebih Berhati-hati

Orang dengan penyakit Wilson atau gangguan organ tertentu disarankan lebih berhati-hati saat menggunakan gelas tembaga. Penyakit tersebut membuat tubuh sulit membuang kelebihan tembaga.

Sementara itu, bagi masyarakat umum, Alan menilai penggunaan sesekali bukan masalah besar selama tidak dijadikan wadah utama setiap hari. Ia juga menegaskan sebagian besar rumah menggunakan pipa tembaga tanpa menimbulkan gangguan kesehatan berarti.

Menurut Sandra Zhang, gelas tembaga sebaiknya dipandang sebagai bagian dari tradisi atau preferensi pribadi. Dengan demikian, pengguna tidak perlu menganggapnya sebagai solusi kesehatan yang telah terbukti secara ilmiah.