gelombang panas Seoul

Gelombang Panas Seoul Picu Pembatalan 10 Laga

Gelombang panas Seoul kini mengubah aktivitas publik Korea Selatan. Sepuluh pertandingan bisbol batal setelah penonton pingsan, sementara suhu ibu kota mencapai 39 Celsius.

Gelombang Panas Seoul Ganggu Aktivitas Publik

Gelombang panas Seoul tidak hanya memengaruhi kondisi kesehatan warga. Cuaca ekstrem juga mulai mengubah agenda olahraga di Korea Selatan.

Organisasi Bisbol Korea membatalkan seluruh 10 pertandingan yang berlangsung pada Rabu dan Kamis. Keputusan itu muncul setelah beberapa penonton pingsan karena suhu tinggi.

Di lapangan, warga juga mencari lokasi yang lebih aman dari paparan panas. Pusat perbelanjaan dan tempat berpendingin udara menjadi tujuan.

Selain itu, sebagian warga memanfaatkan kawasan sungai untuk mencari udara yang lebih nyaman. Namun, suhu malam tetap menyulitkan pemulihan dari panas sepanjang hari.

Seoul Hadapi Malam Panas Sebelum Suhu Puncak

Berdasarkan data KMA, sejumlah lingkungan di Seoul hampir tidak mengalami penurunan suhu di bawah 30 Celsius pada malam hari.

Faktanya, kondisi tersebut terjadi menjelang prakiraan suhu 39 Celsius pada Kamis. Angka itu hanya berjarak 0,6 Celsius dari rekor Seoul pada 2018.

Presiden Korea Selatan Perketat Perlindungan

Sementara itu, Presiden Lee Jae Myung mengubah respons pemerintah menjadi pengerahan penuh. Ia meminta kementerian dan pemerintah daerah memakai seluruh personel serta sumber daya.

Yang patut dicermati, instruksi tersebut menargetkan warga yang paling rentan. Pemerintah juga harus memperketat waktu istirahat pekerja luar ruangan.

Ia menempatkan perlindungan jiwa sebagai prioritas selama kondisi ekstrem berlangsung. Kebijakan itu berlaku sampai gelombang panas mereda.

Di sisi lain, KMA melihat faktor cuaca lain di balik kenaikan suhu. Topan Dolphin tidak mengancam langsung Korea Selatan, tetapi memengaruhi pola angin.

Menurut KMA, Dolphin memperkuat angin timur yang melewati pegunungan Semenanjung Korea. Angin tersebut kemudian turun ke wilayah barat sebagai udara panas dan kering.

Dampaknya, Seoul dan sejumlah wilayah lain menerima tambahan panas. Kondisi itu membuat pemerintah menghadapi tekanan lebih besar dalam menjaga keselamatan publik.