KM Nurul Salsa Tenggelam

Kapal KM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar, Bawa 74 Orang dan Muatan 17 Ton

Kapal KM Nurul Salsa tenggelam di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, setelah mengalami gangguan mesin saat berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng. Tim SAR mencatat kapal tersebut mengangkut 74 penumpang dan awak kapal, beserta bahan pokok, hasil perkebunan, dan ternak.

Tim SAR gabungan masih mencari 24 orang yang belum ditemukan setelah kapal KM Nurul Salsa tenggelam sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng Selayar. Hingga Kamis (16/7), petugas mencatat sedikitnya 55 orang berhasil selamat dan satu korban meninggal dunia.

Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan jumlah penumpang yang berada di atas kapal ternyata lebih banyak dari laporan awal. Sebelumnya, petugas menerima informasi bahwa kapal hanya membawa 50 orang.

Laporan awal kepada kami ada 50 orang. Namun setelah dikonfirmasi ternyata ada 74 orang penumpang,” katanya, Kamis (16/7).

Muatan KM Nurul Salsa Capai 17 Ton dan Empat Ekor Sapi

Selain mengangkut penumpang dan awak kapal, KM Nurul Salsa juga membawa berbagai kebutuhan pokok dan hasil perkebunan dari Pulau Jampea. Berdasarkan manifes sementara, kapal memuat beras, kopra, arang, kendaraan, serta hewan ternak.

Kasubsi Penmas Polres Kepulauan Selayar, Aipda Suardi Andre, menjelaskan total muatan mencapai 17 ton. Rinciannya meliputi 10 ton beras, dua ton kopra, dan lima ton arang.

Tak hanya itu, kapal tersebut juga membawa empat ekor sapi dan enam unit sepeda motor. Seluruh muatan ikut berada di kapal saat insiden terjadi.

Secara faktual, KM Nurul Salsa berangkat dari Pulau Jampea pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA. Namun, kapal mengalami mati mesin ketika melintas di perairan barat Pulau Polassi.

Akibat gangguan tersebut, kapal akhirnya tenggelam di tengah perjalanan. Tim SAR kemudian mengerahkan operasi pencarian dan penyelamatan bersama unsur gabungan.

Sementara itu, KM Harapan Kita yang bergerak dari Pulau Jampea berhasil menemukan dan mengevakuasi 49 penumpang pada Kamis (16/7) sekitar pukul 04.00 WITA.

Selain itu, enam orang lainnya selamat setelah ditolong kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi. Mereka kemudian dievakuasi menuju Pulau Polassi.

Meski begitu, Muhammad Arif Anwar menegaskan data korban masih bersifat sementara. Tim SAR gabungan masih menunggu konfirmasi lanjutan dari keluarga penumpang untuk memastikan jumlah pasti korban dan orang yang berada di atas kapal.

Menurutnya, seluruh unsur SAR tetap melanjutkan pencarian sesuai prosedur operasi yang berlaku di wilayah perairan Selayar.