Aksi Iklim Dipengaruhi Lingkungan, Bukan Informasi Saja
Aksi iklim tidak hanya bergantung pada informasi tentang perubahan iklim, tetapi juga lingkungan sosial, karakter audiens, cara pesan disampaikan, dan jenis perilaku yang ingin diubah.
Temuan itu muncul dalam penelitian yang terbit di Nature Climate Change. Peneliti mengkaji bagaimana pengaruh sosial dapat memperkuat keterlibatan masyarakat terhadap isu perubahan iklim.
Dalam kajian tersebut, masyarakat tidak ditempatkan sebagai penerima pesan yang pasif. Mereka dapat menanggapi isu melalui percakapan, pertanyaan, serta diskusi dengan orang lain.
Aksi Iklim Perlu Menyesuaikan Target
Di sisi lain, peneliti menilai pesan iklim tidak bisa menggunakan pendekatan yang sama untuk semua orang. Respons audiens dapat berbeda berdasarkan usia, pendapatan, nilai, identitas, dan keyakinan.
Karena itu, cara menyampaikan pesan perlu menyesuaikan kelompok sasaran. Pendekatan tersebut juga harus mempertimbangkan perilaku yang hendak diubah.
Misalnya, pilihan transportasi, pola makan, penggunaan energi, dan perilaku di tempat kerja memiliki karakter berbeda. Pengaruh lingkungan juga dapat bekerja dengan tingkat kekuatan yang berbeda.
Orang Terdekat Bisa Menjadi Pembawa Pesan
Yang menarik, penelitian tidak menempatkan tokoh terkenal sebagai satu-satunya sumber pengaruh. Keluarga, teman, tetangga, tokoh komunitas, merek, hingga pemilik usaha juga dapat menyampaikan pesan.
Dalam praktiknya, orang yang dianggap dekat atau kredibel dapat membuat pesan lebih mudah diterima. Percakapan sehari-hari juga menjadi salah satu jalur pengaruh sosial.
Selain itu, media massa, media sosial, kebijakan, dan contoh perilaku dapat membentuk persepsi mengenai tindakan yang dianggap wajar.
Gaya Hidup Ramah Lingkungan Perlu Jadi Kebiasaan
Faktanya, kepedulian masyarakat terhadap perubahan iklim belum sepenuhnya menghasilkan perubahan perilaku dalam skala yang dibutuhkan.
Dr Sam Hampton mengatakan gaya hidup ramah lingkungan perlu menjadi arus utama. Pengaruh sosial dapat membantu membuat pilihan tersebut semakin umum dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, peneliti menekankan pendekatan tersebut tetap harus menyesuaikan jenis perilaku dan kelompok sasaran. Dengan kata lain, keberhasilan pengaruh sosial bergantung pada strategi yang tepat.
Secara faktual, penelitian ini menyoroti empat unsur utama. Siapa yang berbicara, siapa penerima pesan, bagaimana pengaruh bekerja, dan perilaku apa yang ingin diubah.











