Pengaruh Sosial Dorong Aksi Iklim, Ini 4 Kuncinya
Pengaruh sosial dapat mendorong tindakan menghadapi perubahan iklim, mulai dari pilihan transportasi hingga penggunaan energi, menurut studi di Nature Climate Change.
Penelitian tersebut menempatkan perilaku orang sekitar sebagai faktor penting dalam membentuk keputusan terkait iklim. Lingkungan sosial dapat memengaruhi pilihan seseorang dalam kehidupan sehari-hari.
Studi ini melibatkan peneliti dari Center for Climate Change and Social Transformations (CAST) dan School of Psychology Cardiff University. Dr Briony Latter menjadi salah satu peneliti dalam kajian tersebut.
Empat Cara Pengaruh Sosial Bekerja
Dalam penelitian itu, peneliti memakai empat kerangka untuk memahami pengaruh sosial. Kerangka tersebut mencakup pembawa pesan, audiens, cara pengaruh bekerja, dan ranah perilaku.
Pertama, pembawa pesan menentukan tingkat penerimaan informasi. Orang cenderung merespons pesan dari pihak yang mereka percaya, kenal, atau anggap memiliki kredibilitas.
Kedua, karakter audiens ikut menentukan respons. Usia, pendapatan, nilai, identitas, dan keyakinan dapat membuat satu pesan menghasilkan respons berbeda.
Perilaku Lingkungan Dipengaruhi Norma Sosial
Selanjutnya, pengaruh dapat muncul melalui percakapan, media sosial, media massa, kebijakan, maupun contoh perilaku. Norma sosial juga memainkan peran penting dalam proses tersebut.
Artinya, seseorang dapat mengikuti tindakan yang terlihat lazim di lingkungan sekitarnya. Perilaku orang lain kemudian menjadi contoh yang memengaruhi keputusan individu.
Keempat, peneliti melihat jenis perilaku yang hendak diubah. Pilihan transportasi, pola makan, penggunaan energi, partisipasi sipil, dan perilaku kerja termasuk dalam ranah tersebut.
Yang patut dicatat, perilaku yang mudah terlihat orang lain cenderung lebih rentan terhadap pengaruh lingkungan sosial. Makna sosial dari perilaku juga ikut menentukan pengaruhnya.
Tokoh Terkenal Bukan Satu-satunya Penggerak
Sementara itu, penelitian menunjukkan pembawa pesan tidak harus selalu selebritas atau tokoh publik. Keluarga, teman, tetangga, pemilik usaha, tenaga kesehatan, hingga pemuka agama juga dapat berperan.
Menurut Dr Sam Hampton dari University of Bath, kepedulian masyarakat belum sepenuhnya menghasilkan perubahan perilaku dalam skala yang dibutuhkan.
Karena itu, pilihan ramah lingkungan perlu menjadi kebiasaan yang semakin umum. Pendekatan pengaruh sosial dapat membantu mendorong perubahan tersebut sesuai karakter kelompok dan perilakunya.











