Sri Mulyani Ditunjuk Bank Dunia Pimpin Dana IDA22
Sri Mulyani ditunjuk Bank Dunia sebagai Independent Co-Chair IDA22 untuk memimpin proses penggalangan dana pembangunan bagi 78 negara berpendapatan rendah.
Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana IDA22 Bank Dunia
Sri Mulyani kembali mendapat kepercayaan internasional setelah Bank Dunia menunjuknya sebagai Independent Co-Chair IDA22.
Dalam posisi tersebut, Sri Mulyani akan memimpin penggalangan dukungan kebijakan dan komitmen pendanaan. Tugas itu mencakup negara donor maupun negara peminjam.
Sementara itu, Sri Mulyani menjalankan peran tersebut bersama Direktur Pelaksana Bank Dunia, Paschal Donohoe.
Bank Dunia memilih Sri Mulyani melalui proses seleksi khusus. Komite pencarian melibatkan perwakilan negara donor dan negara peminjam.
Peran Sri Mulyani Tentukan Pembiayaan 78 Negara
Secara faktual, IDA22 menjadi agenda penting bagi pembiayaan pembangunan global. Program ini berlangsung melalui proses pengisian dana setiap tiga tahun.
Selain itu, forum IDA menjadi ruang evaluasi kebijakan. Negara anggota dan mitra pembangunan menyusun arah pendanaan untuk periode berikutnya.
Dalam siklus IDA22, Sri Mulyani memegang posisi ketua independen. Sedangkan Paschal Donohoe mewakili Bank Dunia sebagai ketua bersama.
Dana IDA Dukung Negara Berpendapatan Rendah
International Development Association atau IDA merupakan lembaga pendanaan Grup Bank Dunia. Fokus utamanya membantu negara berpendapatan rendah.
IDA menyediakan pinjaman tanpa bunga, bunga rendah, serta hibah pembangunan. Dana tersebut mendukung infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Yang jadi sorotan, hasil penggalangan IDA22 akan menentukan pembiayaan hingga 2031. Program itu mencakup 78 negara penerima manfaat.
Sejak berdiri pada 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari 632 miliar dolar AS. Dana tersebut mendukung investasi pembangunan di 115 negara.
Rekam Jejak Global Sri Mulyani Jadi Modal Utama
Menurut Bank Dunia, pengalaman Sri Mulyani menjadi salah satu alasan pemilihannya. Ia memiliki rekam jejak panjang dalam pembiayaan pembangunan internasional.
Sebelumnya, Sri Mulyani pernah menjabat Managing Director sekaligus Chief Operating Officer Bank Dunia.
Ia juga pernah memimpin Kementerian Keuangan Indonesia dalam tiga era pemerintahan berbeda.
Tak hanya itu, setelah meninggalkan jabatan Menteri Keuangan pada September 2025, Sri Mulyani tetap aktif di tingkat global.
Saat ini, ia menjadi Blavatnik World Leaders Fellow 2025–2026 di University of Oxford. Ia juga menjadi anggota Dewan Pengurus Gates Foundation.











